AWAS JADI BUTA! KARENA DIABETES

Diabetes menjadi penyebab utama komplikasi penyakit mata, jika mata anda mulai terasa kabur saat melihat, cek sekarang juga!

Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat komplikasi penyakit mata seperti penglihatan yang kabur, katarak, glukoma dan retinopati diabetik. Faktanya, diabetes merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa rentang usia 20 sampai 74 tahun.

“Orang diabetes pasti pankreasnya bermasalah, karena tidak memproduksi insulin. Kalaupun bisa memproduksi Insulin, jumlahnya sangat sedikit.”

PENGLIHATAN KABUR

Ini merupakan masalah yang sering terjadi pada penderita diabetes.

Penyebabnya adalah kadar gula yang berada diatas 120 mg/dL. 

Banyak penderita yang langsung beranggapan dengan menggunakan kacamata agar penglihatannya kembali bagus, padahal solusinya adalah dengan menstabilkan kadar gula darah di rentang 70-130 mg/dL.

Rata-rata waktu yang digunakan agar mata bisa kembali normal ketika gula darah sudah normal adalah 3 bulan.

 

KATARAK

Lensa alami pada mata anda berfungsi memfokuskan objek agar terlihat jelas dalam penglihatan. Ketika lensa mata anda terlihat buram atau berkabut, maka katarak sudah terbentuk pada mata anda.

Penderita diabetes memiliki resiko lebih besar untuk terkena katarak dan lebih besar untuk menjadi lebih parah.

Gejalanya adalah penglihatan yang kabur dan silau. Solusinya adalah dengan melakukan operasi. Dokter akan mengganti lensa mata anda dengan lensa buatan.

 

GLAUKOMA

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang diakibatkan oleh tekanan bola mata.

Seseorang dengan diabetes akan lebih rentan untuk terkena glaukoma, dikarenakan diabetes itu sendiri merusak saraf-saraf yang penting bagi seluruh organ termasuk mata, yang terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu : Glaukoma sudut terbuka, dan Glaukoma neovaskular.

Tekanan pada bola mata terjadi karena cairan tidak mengalir sebagaimana seharusnya. Hal ini dapat merusak saraf dan pembuluh darah, serta mengubah penglihatan.

Glaukoma sudut terbuka, pengobatan yang dapat dilakukan untuk glaukoma jenis ini merupakan yang paling umum, yakni dengan cara menurunkan tingkat tekanan, mempercepat pengeringan dan mengurangi jumlah cairan pada mata?

Glaukoma sudut terbuka tidak akan menunjukkan gejala-gejala sampai jangka waktu yang lama dan kehilangan penglihatan. Dengan gejala sedikit, anda harusnya waspada ketika anda mengalami beberapa berikut :

  • Sakit kepala
  • Nyeri Mata
  • Penglihatan kabur
  • Mata berair
  • Penglihatan gelap (Buta)

Pengobatannya antara lain dengan mengkonsumsi obat-obatan dan obat tetes mata khusus. Operasi dan pengobatan menggunakan laser dapat mengurangi tekanan pada mata.

Ketka anda mempunyai diabetes, anda mungkin dapat mengalami gejala langka yang bernama glaukoma neovaskular.
Penyakit ini membuat pembuluh darah yang baru pada bagian iris (yang mengatur cahaya masuk), pembuluh darah ini dapat menghalangi cairan mata dan meningkatkan tekanan pada bola mata.

Pengobatan utama dalam glaukoma neovaskular adalah dengan memperbaiki atau menghilangkan jaringan pembuluh darah yang baru tersebut.
Biasanya dokter akan menggunakan laser untuk mengurangi jumlah pembuluh darah yang ada di belakang mata.

 

RETINOPATI DIABETIK

Glaukoma Retina merupakan sekumpulan sel pada belakang mata yang berungsi untuk menangkap cahaya. Retina merubahnya dalam bentuk gambar yang mengirim sinyal kepada otak.

Kerusakan pada pembuluh darah dalam retina menyebabkan retinopati diabetik. Hal ini berhubungan dengan kadar gula darah yang tinggi. Keika hal ini dibiarkan dan tidak ada pengobatan yang dilakukan, maka dapat mengarah kepada kebutaan.

Semakin lama anda menderita diabetes, semakin tinggi resiko untuk terkena penyakit ini. Dengan menjaga kadar gula darah normal, anda dapat menurunkan resiko terkena retinopati diabetik.

Seseorang dengan diabetes tipe 1, biasanya akan muncul setelah pubertas. Pada usia dewasa, ini jarang terjadi kecuali mengidap diabetes tipe 1 selama 5 tahun. Ketika anda menjaga kadar gula darah melalui suntikan insulin atau konsumsi insulin, anda semakin menurunkan resiko untuk terkena retinopati diabetik.

Jika anda mempunyai diabetes tipe 2, anda akan mengalami gejala ini ketika didiagnosis terkena diabetes. Mengontrol gula darah, tekanan darah dan kolesterol untuk menurunkan gula. jika anda merokok, maka berhentilah. Hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan mata dan kesehatan secara kesuluruhan.

Melakukan pemeriksaan rutin pada mata dapat mencegah dan mengobati lebih awal jika terdapat gejala-gejala tersebut.